Diberdayakan oleh Blogger.

Like and share

Instagram

Facebook

Kamis, 14 November 2013

Sebuah Puisi untuk bekas pacarku

diam diam jadi ingat ma puisi pertamaku buat bekas pacarku, yang sekarang jadi istri tercintaku, langsung aja nih dia nih

Episode "Adam - Eva"

Perawan,....
Jangan berpaling
Karena matamu katakan cinta

Perawan
Alegori - alegori tak mampu mengisi
Narasi - narasiku yang congklah, tersita
Oleh setangkup kebimbanganmu

Perawan
Maka
Maafkan Aku

Perawan
Kuajak Kau mengiri
Pada kekompakan Leonardo Davinci dan Igor Siborsky
Pada pertemuan Adam dan Hawa
di Padang Arafah

Perawan
Ketika tanpa ungkap, Cinta sudah menetap
di tiap tetes darah kita yang sama-sama pengap
Kenapa kita masih di sini, tetap
seperti ini

Perawan
Lalu apa artinya senyummu
Lalu apa artinya dekapanku
Kalau aku cuma bagian dari mimipimu
Kalau Aku cuma memaksakan kehendakku
Lantas dimana bibirmu ?... kalau mampu
katakan kebencianmu setelah ini

Perawan
Kenapa tak kita ciptakan saja sendiri
Skenario-skenario tentang dua sejoli
Dialog-dialod tentang dua hati
Eksposisi-eksposisi tentang pertemuan ini

Perawan
Hingga nanti
Cerita sampai di Epilogi, tanpa Elegi
Drama sampai di Epigram tanpa dendam
Atau saja ending tiada ?..

Perawan
Maukah Kau ?
Menerima sepenggal hati ini !
Dan kuajak serta dalam lakon nyata.....perawan

Perawan
Seperti aku dan kamu yang datang tak diundang
Seperti Kamu dan Aku yang ada tak dipinta

Perawan
Dalam Episode "Adam - Eva"
Kalau Ogah.....sudahlah.........Akan Aku terima...
Hanya,, Jangan berpaling
Karena matamu katakan Cinta

September,2004

Bersambung..........



Search This Blog

About Me

featured Slider

Popular Posts

Pages

Navigation Menu

Instagram

Like Us

Kamis, 14 November 2013

Sebuah Puisi untuk bekas pacarku

Posted by Yusuf Hamim | Kamis, 14 November 2013 | Category: | 0 komentar

diam diam jadi ingat ma puisi pertamaku buat bekas pacarku, yang sekarang jadi istri tercintaku, langsung aja nih dia nih

Episode "Adam - Eva"

Perawan,....
Jangan berpaling
Karena matamu katakan cinta

Perawan
Alegori - alegori tak mampu mengisi
Narasi - narasiku yang congklah, tersita
Oleh setangkup kebimbanganmu

Perawan
Maka
Maafkan Aku

Perawan
Kuajak Kau mengiri
Pada kekompakan Leonardo Davinci dan Igor Siborsky
Pada pertemuan Adam dan Hawa
di Padang Arafah

Perawan
Ketika tanpa ungkap, Cinta sudah menetap
di tiap tetes darah kita yang sama-sama pengap
Kenapa kita masih di sini, tetap
seperti ini

Perawan
Lalu apa artinya senyummu
Lalu apa artinya dekapanku
Kalau aku cuma bagian dari mimipimu
Kalau Aku cuma memaksakan kehendakku
Lantas dimana bibirmu ?... kalau mampu
katakan kebencianmu setelah ini

Perawan
Kenapa tak kita ciptakan saja sendiri
Skenario-skenario tentang dua sejoli
Dialog-dialod tentang dua hati
Eksposisi-eksposisi tentang pertemuan ini

Perawan
Hingga nanti
Cerita sampai di Epilogi, tanpa Elegi
Drama sampai di Epigram tanpa dendam
Atau saja ending tiada ?..

Perawan
Maukah Kau ?
Menerima sepenggal hati ini !
Dan kuajak serta dalam lakon nyata.....perawan

Perawan
Seperti aku dan kamu yang datang tak diundang
Seperti Kamu dan Aku yang ada tak dipinta

Perawan
Dalam Episode "Adam - Eva"
Kalau Ogah.....sudahlah.........Akan Aku terima...
Hanya,, Jangan berpaling
Karena matamu katakan Cinta

September,2004

Bersambung..........